PENDAHULUAN

ketika terjadi pemanasan global pernahkah kita berpikir akibat-akibat yang dapat di timbulkan dari adanya pemanasan global.kesadaran yang harus kita bangun agar orang-orang disekitar kita peduli dalam menjaga bumi yang kita tinggali yaitu dengan menunjukan kepada mereka dampak-dampak yang telah ditibulkan dari adanya proses global warming.

Dan semoga kita bisa lebih bisa mencitai bumi kita yang udah tua ini gogreen🙂

Latar belakang masalah

Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME dan sebagai wakil Tuhan di bumi yang menerima amanat-Nya untuk mengelola kekayaan alam. Sebagai hamba Tuhan yang mempunyai kewajiban untuk beribadah dan menyembah Tuhan Sang Pencipta dengan tulus

Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua dan lebih mencintai bumi kita ini.

Pembahasan

Global Warming

Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia”[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Dampak dari global warming

Berikut ini merupakan dampak dari adanya pemanasan global:

 

  1. Perubahan iklim.Perubahan Iklim ialah perubahan suhu, tekanan udara, angin, curah hujan, dan kelembaban sebagai akibat dari Pemanasan Global.mencairnya es dibelahan bumi kutub utara menjadikan daratan yang berada disekitarnya mengecil. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.Contoh dampak dari perubahan iklim yaitu menurunnya hasil pertanian pada negara-negara berkembang seperti pada negara Afrika yang beresiko mengalami kemunduran ekonomi dan pembangunan.
  2. Peningkatan Permukaan Laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 – 25 cm (4 – 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change)memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 – 35 inchi) pada abad ke-21.Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau.
  3. suhu global meningkat. dengan meningkatnya suhu global dalam keadaan tertentu dapat menguntungkan suatu wilayah karena curah hujan lebih tinggi dan masa tanam lebih lama.namun pada daerah lain bertambahnya suhu menjadikan mereka kekeringan dan kekurangan air.contohnya diwilayah Kanada dengan meningkatnya curah hujan sedangkan di Afrika terjadi kekeringan akibat terjadinya kenaikan suhu
  4. kebakaran hutan,area hutan yang kering akibat terjadinya kenaikan suhu sehingga hutan mudah terbakar.contohnya keebakaran hutan yang ada di Australia.
  5. situs purbakala cepat rusak,suhu yang ekstrim akan menyebabkan kerusakan situs purbakala

    itu adalah sebagian kecil dari dampak pemanasan global yang begitu banyak. dibutuhkan kesadaran kita dalam mengatasi penyebab-penyebab pemanasan global tersebut.

Faktor – Faktor yang menyebabkan global warming

Zat-zat yang memiliki kontribusi terbentuknya gas rumah kaca, kita tahu bahwa efect rumah kaca terjadi karena emisi gas rumah kaca berikut merupakan benda yang mamiliki peran dan kontribusi terbanyak.

 

A.energi

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pokok dan sekunder manusia maka meningkat pula kebutuhan mereka terhadap energi yang paling utama adalah BBM, yang hampir digunakan di eluruh lini kehidupan. Sumber energi ini memberi kontribusi besar tehadap naiknya konsentrasi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida. Banyak sekali seperti pabrik,mobil,motor dan lain-lainnya harta pembangkit listrik yang menggunakan minyak bumi untuk menghasilkan energi yang sama menghasilkan emisi gas rumah kaca sekitar 581~798 gr karbon dioksida.

B.kerusakan Hutan

Keberadaan hutan sebagai paru-paru dunia memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah pemanasan global. Hutan yang lebat dan subur bisa mengubah karbondoksida menjadi O2 yang merupakan bagian penting dari hidupnya suatu mahluk. Jadi tumbuhan memang sangat diperlukan.

Penangulangan global warming

Beberapa ilmuwan Australia telah menemukan unsur yang tampaknya tak mungkin dalam perang melawan perubahan iklim –kotoran ikan paus.
Beberapa ahli dari Australian Antarctic Division telah mendapati bahwa kotoran ikan paus –yang kebanyakan dihasilkan dari konsumsi “krill” oleh hewan mamalia raksasa tersebut– yang secara efektif menempatkan penyubur yang bersahabat bagi tanaman ke dalam perairan samudra.

“Ketika ikan paus mengkonsumsi “krill” yang kaya akan zat besi, mereka mengeluarkan sebagian besar zat besi itu kembali ke dalam air, sehingga menyuburkan samudra dan memulai lagi seluruh rantai pangan,” kata ilmuwan Steve Nicol.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa jika jumlah ikan paus bertambah, maka kotoran hewan itu dapat membantu tanaman laut tumbuh subur, sehingga meningkatkan kemampuan samudra untuk menyerap karbon dioksida yang dituding sebagai penyebab pemanasan global.

Zat besi adalah unsur penting dalam produksi tanaman laut, yang dikenal sebagai ganggang, yang menghisap karbon dioksida saat tanaman tersebut tumbuh, kendati itu adalah unsur langka di dalam Samudra Selatan –“yang lesu darah”, kata ahli kimiawi samudra Andrew Bowie.

“Sepertiga samudra di dunia kekurangan kandungan zat besi,” kata peneliti di Antarctic Climate and Ecosystems Cooperative Research Centre tersebut.

Bowie mengatakan ikan paus mengkonsumsi beberapa ton “krill”, hewan air berkulit keras dengan tubuh kecil seperti udang, setiap hari dan itu menemukan jalannya kembali ke lautan melalui buangan yang berbentuk cairan dengan warga coklat kemerahan dari hewan mamalia raksasa itu.

Ia mengatakan meskipun para peneliti tersebut cukup yakin bahwa kotoran ikan paus berisi zat besi, mereka terkejut dengan tingginya konsentrasi itu, sekitar 10 juta kali zat besi yang terkandung di dalam samudra Antartika

sumber : http://antaranews.com/berita/1272162307/senjata-baru-perangi-global-warming-kotoran-paus

http://fahhamul-faktor-smaalbinaa-jsc2009.blogspot.com/

http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global