Sanding kata bertujuan untuk meciptakan tulisan atau ucapan yang baik dan wajar. Yang menjadi masalah adalah ketika kata tersebut harus di rubah ke dalam bahasa asing seperti bahasa inggris kata tersebut harus benar-benar di sandingkan dengan kalimat yang tepat. Hal itulah yang sering menjadi kendala. Para pemelajar BIPA merasa apakah kata yang disandingkannya sudah tepat atau belum. sanding kata ke dalam dua kategori, yaitu sanding kata gramatikal dan sanding kata leksikal. Sanding kata gramatikal ialah gabungan kata yang terdiri atas kata dominan (nomina, adjektiva, verba) dan kata depan, misalnya ‘bersama dengan’, ‘bergantung pada’, ‘berasal dari’, dan sanding kata leksikal ialah gabungan kata yang terdiri atas nomina, verba, adjektiva, dan adverba, misalnya ‘menarik kesimpulan’, ‘matahari bersinar terang’, ‘menyadari kesalahan’, ‘mengepel lantai’, ‘pemberantasan korpusi’, ‘negara terkorup [di dunia]’, ‘penampilan bagus’, ‘pemimpin culas’, ‘merampok uang negara’, dsb.
Arti sanding kata diperoleh dari kata-kata itu secara individual, tetapi kalau salah satu kata diganti dengan kata yang mirip, kemungkinan sanding kata itu menjadi tidak wajar dan tidak berterima. Misalnya, bila pada sanding kata ’meluangkan waktu’, kata ’waktu’ digantingkan dengan ’masa’—yang bersinonim dengannya, sehingga menjadi ’meluangkan masa’, maka sanding kata ’meluangkan masa’ tidak lazim dalam bahasa Indonesia.